Berkenalan dengan GCLID 10/14/2009
Setiap selesai melakukan kegiatan the ads reader saya merasa puas karena berarti saya telah melakukan sesuatu yang berguna, entah sedikit entah banyak. Tetapi ketenangan saya itu akhir-akhir ini rada terusik ketika saya melakukan cek (ihwal bagaimana pengecekan bisa saya lakukan mungkin saya bahas di postingan selanjutnya)ke akun google adsense. Di akun google adsense itu saya melihat ada beberapa pembacaan (boleh dibaca klik deh) yang tidak menghasilkan apa-apa alias nol kosong di pendapatan adsense-nya. Mengapa itu bisa terjadi ya? Yang saya pahami sebelumnya ketika ada klik yang tidak menghasilkan pendapatan berarti bahwa saya membaca iklan adsense saya sendiri. Hal itu tidak mungkin saya lakukan (lagi, karena sebelumnya cukup sering juga sih..he..he..) karena bertentangan dengan TOS dari Google (termasuk click fraud katanya). Lantas, mengapa masih terjadi ya? Jawabannya saya peroleh secara tidak sengaja. KEtika asyik melakukan pembacaan iklan saya selintas memperhatikan alamat-alamat iklan yang tercantum di browser. Hal yang menarik adalah pada beberapa alamat itu ada yang mencantumkan gclid, ada juga yang tidak. Selanjutnya saya berselancar dengan tag gclid. Hasilnya cukup mengejutkan saya. Pantas saja fenomena nol dari pembacaan iklan itu terjadi karena saya melakukan pembacaan lebih dari sekali terhadap iklan yang sama. Jadi, sekali iklan itu saya baca maka mesin pintar google akan menandai iklan itu dengan menambahkan info gclid. Google hanya akan menagih pemasang iklan satu kali transaksi saja, sedangkan pembacaan-pembacaan berikutnya yang saya lakukan tidak akan ditagihkan ke pemasang iklan. Ya, anda dengan mudah dapat menebak bahwa perlakuan itu dikenakan hanya kepada para pemasang ikllan yang miskin dan atau pelit (he..he..he..) yaitu para pengguna program adword dari google. Jadi kode gclid itu dipakai google untuk melindungi para pemasang iklan adwordnya. Tetapi boleh percaya boleh tidak para pemasang iklan miskin itu ada saja yang masih ngomel dan menuntut banyak perlindungan lagi ke google. Pantas saja google tidak pernah menggubris komplain itu karena sepertinya diberi hati minta ampela... Mengetahui hal tersebut, saya terpaksa harus memperhatikan betul iklan yang saya baca agar tidak membaca lebih dari satu kali sesuatu iklan. Hal yang sedikit sulit karena saya belum bisa dengan cepat mengenali mana iklan yang sudah saya baca, mana yang belum. Satu dua sih saya bisa hapal tetapi kalau sudah lebih dari itu susah juga. Tetapi saya tidak putus asa, pasti ada cara cepat untuk menandai iklan yang sudah saya baca. Atau anda bisa membantu saya menemuka cara tersebut?. 3 Comments Membaca Iklan melalui Feedburner 10/06/2009
Para peserta program google adsense tentu sudah mengetahui ada beberapa format iklan yang bisa ditampilkan pada situs masing-masing. Ada yang disebut adsense for content, adsense for domains adsense for search, dan referral (ini tidak berlaku lagi). Ada format yang terakhir yaitu adsense for feeds. Maksudnya tentu feed dari situs kita bisa dipasangi google adsense. Untuk mendapatkan fasilitas ini anda harus melebur feed anda ke dalam format feedburner. Kita semua maphum bahwa feedburner sudah diakuisisi oleh google. Untuk itu tentu anda harus membuat akun di feedburner. Tidak apa-apa, gratis kok. Menariknya kita tidak perlu dipusingkan dengan format iklan yang harus ditampilkan karena feedburner akan melakukannya secara otomatis. Anda hanya tinggal memilih mau meletakkan iklan di atas atau di bawah artikel anda. Sesungguhnya saya sangat menganjurkan anda untuk menggunakan adsense for feeds ini karena sangat memudahkan saya dalam menjalankan hobby ini. Ke depan, saya akan mengganti alamat situs yang ada di daftar dengan alamat feedburnernya, kalau ada. Seandainya Saya Google 10/05/2009
Sebagai leader dalam hal search engine di internet, saya tentu mempunyai bisnis di bidang lain. Dalam kaitannya sebagai penyedia jasa periklanan, saya mempunyai kebijakan tersendiri. Secara umum pelanggan saya dapat dibagi dua. Pertama, saya menyebutnya conventional advertiser, pelanggan tradisional. Yang saya maksud adalah mereka yang memesan slot iklan dengan cara pembayaran lunas di muka. Persis seperti anda memasang iklan di surat kabar, majalah, atau media publikasi lainnya. Kedua, disebut adword advertiser. Ini adalah produk inovasi saya yang menjadi trend-setter dunia advertising internet. Dalam program ini pemasang iklan singkatnya hanya membayar apabila iklannya di-klik atau pun bila mencapai page impression tertentu. Dengan kata lain, pembayarannya belakangan. Anda bayangkan, saya mempunyai obligasi yang cukup besar kepada para pemasang iklan jenis pertama. Mereka sudah membayar lunas, tentu harapannya produk mereka dapat lebih dikenal luas. Bila tidak seorang pun pembaca yang meng-klik iklannya, tentu mereka akan mengevaluasi efektifitas memasang iklan di media saya. Mungkin mereka pada akhirnya beramai-ramai berhenti menjadi pelanggan saya. Bisa dibayangkan kerugian yang akan saya derita. Jadi, saya harus punyai trik pamungkas untuk mengantisipasi kemungkinan ini. (Semoga anda tidak bisa menduga trik-trik saya...he...). Keadaan menjadi tambah runyam bila hal itu terjadi pada mereka yang menggunakan program adword. Kerugian terbesar tentu ada di pihak saya, bila tidak ada pembaca yang meng-klik iklan mereka artinya tidak ada pemasukan ke kas saya sementara mereka sudah mendapatkan keuntungan dari penggunaan slot iklan saya. Untuk yang ini tentu juga harus ada trik-trik yang bisa mengatasinya. So, Get the point? Update Soal Format Link Unit 10/03/2009
Setiap masuk ke akun google adsense sering terdapat tip untuk mengoptimasikan program adsense dengan penggunaan format lingk unit. Mudah ditebak kenapa tip itu muncul, karena memang saya sedikit sekali menggunakan format tersebut. Dulu saya beralasan karena iklan dalam format ini hanya berbentuk text. Tetapi itu ternyata sekarang format ini telah diupdate sehingga selain menampilkan iklan text juga berisi iklan image, walau pun cuma satu slot saja. Kenyataan ini semakin memudahkan saya dalam memilih iklan yang akan saya baca. Selain itu, berdasarkan pengalaman, iklan dari format link unit ini relatif mudah dibuka halamannya secara lengkap. Berbeda dengan iklan yang ada di halaman situs yang terkadang loading-nya lama sekali, bahkan sering gagal dibuka. Gambar di atas adalah tampilan iklan link unit yang telah dibuka. Patokan dalam Memilih Iklan yang akan Dibaca 09/30/2009
![]() Sesungguhnya saya tidak mau terlalu rumit dalam menentukan mana iklan yang akan dibaca. Saya tidak mempunyai rule yang baku. Bahkan mungkin terkesan sekenanya saja. Walaupun kalau dipaksa untuk menyebutkan, mungkin beberapa hal di bawah ini bisa cukup mewakili pilihan iklan yang dibaca: 1. Provider Kalau di sebuah situs yang dikunjungi memajang iklan dari beberapa provider sekaligus biasanya pilihan pertama saya adalah iklan dari google adsense. Sederhana saja, sebagai lokomotif di dunia periklanan internet tentunya google sudah mempunyai reputasi yang tidak diragukan lagi. 2. Format Biasanya saya mengutamakan membaca iklan yang ditampilkan dalam format image atau video. Saya pikir untuk membuat kualitas iklan yang sedemikian itu tentu memerlukan upaya yang lebih daripada sekedar iklan text biasa sehingga penghasilan bagi pemasangnya tentu lebih besar. 3. Link URL Saya menghindari juga membaca iklan dengan link URL yang panjang atau yang menggunakan tinyURL karena menurut pengamatan itu adalah iklan-iklan afiliasa yang komisinya pasti kecil. Saya cukup kesulitan menentukan karakter link bila iklan text muncul pada format 234x60 karena link URLnya tidak terlihat. Untuk kasus ini saya benar-benar membaca sekenanya saja. Hal ini juga berlaku untuk semua format link unit. 4. Tanda Check Out/Shopping Cart Hal lain yang menjadi pertimbangan untuk iklan text adalah adanya tanda check out di ujung kanan judul iklan. Tanda itu memberi tahu saya bahwa pemasang iklan menerima transaksi online (e-commerce) dan umumnya merchant yang sudah berani menyelenggarakan transaksi online cukup bonafid sehingga bila iklannya saya baca akan memberikan penghasilan yang lumayan juga. 5. Apalagi ya? oh, tentunya saya jarang sekali membaca iklan layanan publik. Mulai lagi 09/29/2009
Setelah berbulan-bulan tidak ada aktivitas karena satu dan lain hal (terutama masalah koneksi internet) maka ads reader kembali menyelenggarakan kegiatannya dalam hal baca membaca iklan. Ada beberapa hal menarik selama pelaksanaan kegiatan ini, yang akan ditulis dalam berbagai postingan ke depan. Untuk kali ini, welcome back...selamat menikmati pelayanan ini. ReviewMe excited to announce their newest publisher offering another text link ads program called inlinks The Lost (and good bye) of My Entrecard 10/12/2008
I have to apologize (again...) to you all for my on leave since September 25, 2008. For those who already knew about lebaran in Indonesia can imagine the crowded weeks that happen in Indonesia during the celebration of the end of Ramadhan. Hi folks, I decided to expand my readyou activity on my top 10 Entrecard dropper. I hope you all see this a s my compliment. Enjoy... Robert Hoskins is what you might call a subject-matter expert, and the subject is the fast-growing world of broadband wireless. His extensive meta-site, Broadband Wireless Exchange (BWE), www.bbwexchange.com, comprises 12 individual sites targeting specific areas including the various 802.11 standards, free space optics, and the valuable slices of broadband wireless spectrum. Each site provides industry news, stories, analyst reports, and product directories. Appealing to a growing audience of technical and business readers, Hoskins, who is Editor and Group Publisher, is getting 30,000 to 50,000 page views each day. |


RSS Feed